Wednesday, July 1, 2015

PERCOBAAN V PLC (PROGRAMABLE LOGIC CONTROLLERS) PENGGUNAAN TIMER

Nama    : Mochammad Saiful Rohman
Kelas     : 2 D4 Mekatronika B
NRP       : 3110131059
 

Nama Kelompok :
  1. Muhammad Rizky Dharmawan  (3110131058)                     DOSEN  : Eko Budi Utomo
  2. Mochammad Saiful Rohman       (3110131059)                     ASISEN : Akbar
  3. Zaky Isyraqi Fitriansyah                 (3110131060)

PERCOBAAN V
PLC (PROGRAMABLE LOGIC CONTROLLERS)
PENGGUNAAN TIMER

I.                    TUJUAN
·         Memahami dan mengerti serta dapat menggunakan timer pada PLC untuk mengontrol suatu sistem kerja serta menyelesaikan permasalahan-permasalahan untuk membuat suatu algoritma kontrol untuk mengendalikan suatu sistem sesuai yang kita inginkan.

II.                  TEORI SINGKAT
Programmable Logic Controllers (PLC) adalah komputer elektronik yang mudah digunakan (user friendly) yang memiliki fungsi kendali untuk berbagai tipe dan tingkat kesulitan yang beraneka ragam. Berdasarkan namanya konsep PLC adalah sebagai berikut :
1.       Programmable, menunjukkan kemampuan dalam hal memori untuk menyimpan program yang telah dibuat yang dengan mudah diubah-ubah fungsi atau kegunaannya.
2.       Logic, menunjukkan kemampuan dalam memproses input secara aritmatik dan logic (ALU), yakni melakukan operasi membandingkan, menjumlahkan, mengalikan, membagi, mengurangi, negasi, AND, OR, dan lain sebagainya.
3.       Controller, menunjukkan kemampuan dalam mengontrol dan mengatur proses sehingga menghasilkan output yang diinginkan.
PLC ini dirancang untuk menggantikan suatu rangkaian relay sequensial dalam suatu sistem kontrol. Selain dapat diprogram, alat ini juga dapat dikendalikan, dan dioperasikan oleh orang yang tidak memiliki pengetahuan di bidang pengoperasian komputer secara khusus. PLC ini memiliki bahasa pemrograman yang mudah dipahami dan dapat dioperasikan bila program yang telah dibuat dengan menggunakan software yang sesuai dengan jenis PLC yang digunakan sudah dimasukkan.Alat ini bekerja berdasarkan input-input yang ada dan tergantung dari keadaan pada suatu waktu tertentu yang kemudian akan meng-ON atau meng-OFF kan output-output. 1 menunjukkan bahwa keadaan yang diharapkan terpenuhi sedangkan 0 berarti keadaan yang diharapkan tidak terpenuhi. PLC juga dapat diterapkan untuk pengendalian sistem yang memiliki output banyak.

III.                PERALATAN
·         Modul PLC (Programable Logic Controller) Praktikum Rekayasa Kendali 1. Program studi Teknik Mekatronika Politeknik Elektronika Negeri Surabaya.
·         Sebuah PC atau Laptop yang sudah terinstal aplikasi siemens simatic S7-300

IV.                PERMASALAHAN
·         Buatlah suatu sistem yang mengontrol sistem pensaklaran sederhana dengan sistem kerja sebagai berikut :
-          Saat ditekan satu kali tanpa menahan, saklar menyalakan sistem
-          Kemudian saat ditekan lagi satu kali tanpa menahan pula sistem akan kembali mati
-          Biasanya sistem ini digunakan pada sistem palang pintu otomatis parkir kendaraan
·         Buatlah suatu flip-flop sederhana otomatis dengan waktu berkedipnya lampu sebagai output flip-flopnya dapat diatur jeda waktu antara nyala dan matinya. Saat ditekan push button tanpa ditahan flip-flop aktif dan saat ditekan push button2 flip-flop mati.

V.                  PROSEDUR PERCOBAAN
1.       Siapkan peralatan yang dibutuhkan sesuai daftar peralatan (modul PLC, PC dan simulator serta software siemens simatic s7-300) yang dibutuhkan.
2.       Amatilah hasil percobaan dan permasalahan serta beri kesimpulan.

VI.                DATA HASIL PERCOBAAN
·         Untuk persoalan pertama :

 




·         Untuk persoalan kedua :

 









VII.              ANALISA
Dalam praktikum ke-5 ini kita mempelajari mengenai logika pull-up, pull-down dan timer pada PLC dengan sebuah permasalahan yang sudah dijabarkan di atas. Dengan logika pull-up atau trigger positif akan mengaktifkan sistem yang yang memiliki aktif set sehingga saat ada trigger meskipun iu kecil maka set akan aktif sehingga mengunci set. Kemudian mengenai pull-down atau trigger negatif maka akan mengaktifkan sistem kita yang aktif low dan seterusnya sama sepeti diatas. Demikian pula dengan set dan reset cara kerjanya sama yakni untuk me-logic 0 atau 1 kemudian dikunci.
Dalam persoalan kedua kita mempelajari tentang timer pada PLC, kita akan mempelajari 2 jenis timer yakni timer S_ODT dan timer S_OFFDT. Timer S_ODT merupakan timer yang dimana timer ini akan aktif setelah hitungan yang kita set dalam timer ini, misalkan kita mengeset timer ini 2 detik, maka setelah kita sambungkan sumber tegangan pada blok timer ini maka 2 detik kemudian timer ini akan aktif. Sedangakan timer S_OFFDT adalah timer yang ketika diberi tegangan dia akan langsung aktif tapi saat sumbernya dilepas dia baru menghitung sesuai nilai nominal waktu yang kita setting, artinya timer ini akan menghitung saat mundur setelah sumber lepas untuk mematikan sistem yang ada. Sehingga sistem tidak langsung mati saat dilepas sumbernya namun dihitung mundur terlebih dahulu oleh timer S_OFFDT terlebih dahulu sampai hitungannya habis.
Jadi untuk penggunaan timer S_ODT dan S_OFFDT adalah berkebalikan secara cara kerja sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan kontrol sistem yang kita bangun, salah satu contoh sederhana sistem itu adalah untuk membentuk lampu flip-flop.

VIII.            KESIMPULAN
Dari praktikum serta analisa percobaan 5 mengenai set, reset, pull-up, pull-down dan timer PLC telah dilaksanakan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
·         Operasi atau bagan (P) dan (N) adalah bagan pull-up dan pull-down atau dapat disebut trigger positif dan negatif yang digunakan untuk memberi logika positis negatif singkat atau sketika pada sistem yang kita bangun.
·         Bagan (R) dan (S) adalah perintah reset dan set yang kemudian mengunci logika atau menjalankan fungsi “latch” yaitu ketika aktif sekali dia akan mengunci kondisi aktifnya demikian berlaku untuk resetnya juga.
·         Timer S_ODT dan S_OFFDT merupakan timer yang berkebalikan menurut cara kerjanya yakni jika S_ODT akan menghitung untuk ON saat telah dihubungkan namun S_OFFDT akan menghitung OFF saat sambungan telah dilepas.


No comments:

Post a Comment