Sunday, May 24, 2015

REKAYASA KENDALI 1

Nama    : Mochammad Saiful Rohman
Kelas     : 2 D4 Mekatronika B
NRP       : 3110131059
 


Nama Kelompok :
  1. Muhammad Rizky Dharmawan  (3110131058)                     DOSEN  : Eko Budi Utomo
  2. Mochammad Saiful Rohman       (3110131059)                    ASISTEN : Akbar
  3. Zaky Isyraqi Fitriansyah              (3110131060)

PERCOBAAN IV
PENGENALAN PLC (PROGRAMABLE LOGIC CONTROLLERS)

I.                    TUJUAN
·         Memahami dan mengerti serta dapat menggunakan PLC untuk mengontrol suatu sistem kerja serta menyelesaikan permasalahan-permasalahan untuk membuat suatu algoritma kontrol untuk mengendalikan suatu sistem sesuai yang kita inginkan.

II.                  TEORI SINGKAT
Programmable Logic Controllers (PLC) adalah komputer elektronik yang mudah digunakan (user friendly) yang memiliki fungsi kendali untuk berbagai tipe dan tingkat kesulitan yang beraneka ragam. Berdasarkan namanya konsep PLC adalah sebagai berikut :
1.       Programmable, menunjukkan kemampuan dalam hal memori untuk menyimpan program yang telah dibuat yang dengan mudah diubah-ubah fungsi atau kegunaannya.
2.       Logic, menunjukkan kemampuan dalam memproses input secara aritmatik dan logic (ALU), yakni melakukan operasi membandingkan, menjumlahkan, mengalikan, membagi, mengurangi, negasi, AND, OR, dan lain sebagainya.
3.       Controller, menunjukkan kemampuan dalam mengontrol dan mengatur proses sehingga menghasilkan output yang diinginkan.
PLC ini dirancang untuk menggantikan suatu rangkaian relay sequensial dalam suatu sistem kontrol. Selain dapat diprogram, alat ini juga dapat dikendalikan, dan dioperasikan oleh orang yang tidak memiliki pengetahuan di bidang pengoperasian komputer secara khusus. PLC ini memiliki bahasa pemrograman yang mudah dipahami dan dapat dioperasikan bila program yang telah dibuat dengan menggunakan software yang sesuai dengan jenis PLC yang digunakan sudah dimasukkan.Alat ini bekerja berdasarkan input-input yang ada dan tergantung dari keadaan pada suatu waktu tertentu yang kemudian akan meng-ON atau meng-OFF kan output-output. 1 menunjukkan bahwa keadaan yang diharapkan terpenuhi sedangkan 0 berarti keadaan yang diharapkan tidak terpenuhi. PLC juga dapat diterapkan untuk pengendalian sistem yang memiliki output banyak.

III.                PERALATAN
·         Modul PLC (Programable Logic Controller) Praktikum Rekayasa Kendali 1. Program studi Teknik Mekatronika Politeknik Elektronika Negeri Surabaya.

·         Sebuah PC atau Laptop yang sudah terinstal aplikasi siemens simatic S7-300

IV.                PERMASALAHAN
·         Uraikan dengan jelas bagaimana langkah-langkah cara menjalankan dan mengoperasikan PLC sesuai modul yang ada atau disimulasikan pada simulator.
·         Selasaikan contoh persoalan yang diberikan.
-          Permasalahan : Buatlah suatu sistem kontrol yang dapat mengontrol nyala lampu dalam sebuah kuis cerdas cepat dengan ketentuan.
1.       Ada 3 lampu peserta lomba
2.       Ada 3 tombol peserta dan 1 tombol juri
3.       Saat salah satu peserta menekan tombol yang tercepat maka jika peserta lain menekan lampu mereka tidak akan menyala kecuali peserta yang menekan tercepat
4.       Hanya juri yang dapat mematikan lampu peserta tercepat

V.                  PROSEDUR PERCOBAAN
1.       Siapkan peralatan yang dibutuhkan sesuai daftar peralatan (modul PLC) yang dibutuhkan.
2.       Amatilah hasil percobaan dan permasalahan serta beri kesimpulan.

VI.                DATA HASIL PERCOBAAN
·         LANGKAH-LANGKAH PENGOPERASIAN PLC
1.       Buka atau double klik icon “SIMATIC Manager”.


2.       Setelah muncul window seperti gambar dibawah, klik saja tanda silang pojok kanan atas.

3.       Klik File > New, kemudian akan muncul jendela seperti gambar dibawah.


4.       Ketik nama file yang akan anda buatkemudian klik “OK”.


5.       Setelah muncul window seperti dibawah, arahkan kursor ke window nama file anda pada kolom ke-2, kemudian klik kanan “Insert New Object” > “SIMATIC 300 Station”.


6.       Kemudian double klik “SIMATIC 300(1)”, lalu kejendela yang kolom kanan, kemudian double klik “Hardware”.


7.       Setelah muncul jendela baru, fokus ke jendela yang atas kemudian klik kanan > Insert Object > SIMATIC 300 > RACK > rail.


8.       Menuju pada jendela atas, fokus ke tabel. Kemudian dikolom 1 klik kanan > Insert Object > PS 307 5A (sesuai modul PLC yang digunakan).
9.       Pada tabel 2 klik kanan > Insert Object > CPU 315-2 PN/DP (sesuai modul PLC yang digunakan) > 6ES7 315-2EH14-0AB0 (sesuai serial modul PLC yang digunakan) > V3.2 (sesuai modul PLC yang digunakan) > OK.


10.   Pada tabel 3 dikongkan saja (modul tambahan interface jika tidak ada). Pada tabel 4 klik kanan > Insert Object > SIMATIC 300 > SM-300 > (sesuai modul PLC yang digunakan) AI-300 > SM 331 A12x12Bit.


11.   Pada tabel 5 klik kanan > Insert Object > SM-300 > A0-300 > SM 332 A08x12bit.


12.   Pada tabel 6 klik kanan > Insert Object > SM-300 > D1-300 > SM 321 DI32xDC24V.


13.   Pada tabel 7 klik kanan > Insert Object > SM-300 > D0-300 > SM 322 D0xDC24V/0.5A.


14.   Kemudian Save dan Compile.
15.   Lalu kembali ke window Simatic Manager, klik SIMATIC 300 > CPU 315-2 PN/DP > S7 Progam > blocks, lalu pada jendela kanan double klik OB1. Kemudian muncul window baru.



16.   Pada window LAD/STL/FBD buatlah rangkaian kontrol sesuai yang diinginkan baik dalam bentuk Ladder, STL, FBD. Untuk pengalamatan input dapat ditulis dengan I(Angka Address).(Angka bit 0-7). Contoh : I8.0. Untuk output dapat ditulis dengan Q(Angka Address).(Angka bit 0-7). Contoh : Q13.2.


17.   Kemudian klik download. Kembali ke window Simatic Manager, klik icon Simulation. Kemudian akan muncul window baru(S7-PLCSIM1). Pada window Simulation klik Insert Input variabel dan Output variabel. Lalu pada Window LAD/STL/FBD klik monitor on/off. Lalu pada window simulasi klik RUN-P kemudian pada window IB pastikab adress sesuai dengan address program yang telah dimasukkan centang salah satu nilai bit 0-7 sebagai pemberian logika 1 pada simulator, begitu juga pada window QB.




VII.              ANALISA
Dalam praktikum ke-4 ini kita mempelajari mengenai PLC yakni programable logic controller. Didalam materi ini kita akan mempelajari suatu kontrol mekaisme atau sistem yang ada di industri besar. Yang pada umumnya di industri-industri besar menggunakan PLC sebagai sistem kontrolnya karena sudah terbukti kehandalannya dari macam-macam unsur dari luar seperti suhu tinggi dan lain-lain. Dibandngkan dengan minsis, PLC lebih unggul karena dilengkapi dengan casing yang memungkinkan untuk tahan dalam semua kondisi yang mugkin terjadi di pabrik.
PLC digunakan untuk mengontrol sistem-sistem bertegangan besar seperti rangkaian sekuensial dasar yang kita pelajari sebelumnya, bedanya dengan PLC dapat mengolah hal yang lebih komplex tanpa harus menambah hardwarenya. Untuk menggunakan PLC kita harus menyesuaikan susunan dari PLC kita apakah sudah cocok dengan konfigurasi yang seharusnya apa belum agar PLC dapat bekerja maksimal.
Untuk pengaturan pemrograman PLC siemens dapat dilakukan dengan 3 bahasa yakni LAD (ladder) atau tangga, STL (statement list) atau bahasa pernyataan dan FBD (function blog diagram) atau diagram fungsi suatu pernyataan. Dalam praktikum ini kita menggunakan bahasa ladder atau tangga sebagai bahasa yang dasar dan paling mudah dipahami. Dalam bahasa ladder istilah-istilah notasinya berbentuk bagan counter, relay, time dan seterusnya.
Dalam soal untuk membuat bel suatu perlombaan cerdas cepat seperti diatas maka diperlukan analisa untuk menentukan kondisi-kondisi seperti yang diinginkan. Dengan pengetahuan mengenai self conserfative kita dapat mebuat konfigurasi rangkaian seperti gambar diatas. Demikian untuk permasalahan yang lain-lain atao kontrol sistem yang lain.

VIII.            KESIMPULAN
Dari praktikum serta analisa percobaan 4 mengenai pengenalan PLC telah dilaksanakan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
·         PLC (programable logic controller) digunakan untuk mengontrol sistem pada industri yang tahan terhadap kondisi dipabrik dengan desain yang didesain sedemikian rupa.
·         Bahasa program pada PLC siemens ini ada 3 bahasa LAD, STL dan FBD yang mempunyai spesifukasi pengerjaan masing-masing.
·         PLC dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang tidak mudah diselesaikan oleh kontrol sekuensial biasa tanpa menambah hardwarenya.

No comments:

Post a Comment