Sunday, April 12, 2015

PRAKTIKUM RAKAYASA KENDALI 1

Nama    : Mochammad Saiful Rohman
Kelas     : 2 D4 Mekatronika B
NRP       : 3110131059
 


Nama Kelompok :
  1. Muhammad Rizky Dharmawan   (3110131058)                     DOSEN  : Eko Budi Utomo
  2. Mochammad Saiful Rohman       (3110131059)                     ASISEN : Akbar
  3. Zaky Isyraqi Fitriansyah              (3110131060)

PERCOBAAN III
KOMBINASI TIMER DAN COUNTER

I.                    TUJUAN
·   Memahami dan dapat mendesain kombinasi rangkaian dengan konfigurasi Relay, time delay relay (TDR) dan Counter.

II.                  TEORI SINGKAT
Counter adalah suatu piranti elektronika yang mempunyai sistem perhitungan, counter yang kita gunakan untuk praktikum ini adalah jenis counter kontrol dengan sumber 24 volt. Counter berguna sebagai penghitung berapa kali ada sumber tegangan yang mengenainya sehingga dalam hitungan keberapa (sesuai yang kita set) maka barulah dia akan aktif.

III.                PERALATAN
·    Modul Trainer Sekuensial Dasar Praktikum Rekayasa Kendali 1. Program studi Teknik MekatronikaPoliteknik Elektronika Negeri Surabaya.



IV.                RANGKAIAN PERCOBAAN
·         Percobaan 1 (link : https://www.youtube.com/watch?v=0zfHWT_S4nI )

·         Percobaan 2 (link : https://www.youtube.com/watch?v=HJkl5ENazW8 )

·         Percobaan 3 (link : https://www.youtube.com/watch?v=NB0884rq6cI )

·         Percobaan 4 (link : https://www.youtube.com/watch?v=IfK6_nFYwsg )


V.                  PROSEDUR PERCOBAAN
1.   Siapkan peralatan yang dibutuhkan sesuai daftar peralatan (modul sekuensial dasar) yang dibutuhkan.
2.       Rangkailah seperti gambar rangkaian diatas dari 1 sampai dengan 4.
3.       Amatilah hasil percobaan dan buatlah analisa, hasil percobaan dan kesimpulan.

VI.                DATA HASIL PERCOBAAN
·         Percobaan 1
Saat Counter1 (C1) diset 4 hitungan maka setelah PB1 ditekan 4 kali lampu (L1) baru menyala.


·         Percobaan 2
Saat C1 diset 4 hitungan maka PB1 ditekan 4 kali kontak C11 close dan C2 diset 3 hitungan maka PB2 ditekan 3 kali kontak C21 close dan kemudian lampu menyala.


·         Percobaan 3
Saat PB1 ditekan 4 kali C11 close dan lampu menyala, ketika PB3 ditekan 2 kali C21 open dan lampu mati, ketika PB2 ditekan 1 kali C1 reset hitungan (count) 0 kembali, ketika PB4 ditekan 1 kali C2 reset hitungan (count) o kembali.


·         Percobaan 4
Saat PB1 ditekan 1 kali lampu L1 menyala mati secara berkala (flip-flop) sampai 20 kali baru lampu L2 menyala. Untuk mematikan lampu L2, PB2 ditekan 1 kali saja.



VII.              ANALISA
Dalam praktikum ketiga ini kita mempelajari tmengenai kombinasi counter timer dan relay sebagai kontrol suatu sistem basar di industrial yang tegangan sumbernya adalah 24 volt. Langsung saja untuk rangkaian yang pertama kita mempelajari prinsip dasar kerja sebuah counter, dimana counter akan aktif ketika coilnya kita beri tegangan secara oneshoot (sekali sentuh) sebanyak counter hitungan yang telah kita setting sebelumnya. Di percobaan 1 count di set 4 sehingga setelah kita menekan push button untul mengalirkan arus 4 kali barulah counter akan aktif kemudian lampu L1 pin menyala.
Untuk percobaan kedua rangkaian kita modifikasi sedikit sehigga rangkaian model kedua ini biasa digunakan ketika kita hanya punya counter dengan batas maksimum hitungan sedikit sehingga jika kita ingin memperoleh hitungan counter agar aktif dengan hitungan yang panjang maka rangkaian 2 adalah yang tepat. Dirangkaian kedua ini contak counter diseri sehingga hasil hitungannya dari masing-masing counter adalah jumlahan banyak ditekannya percounter yang ada untuk aktif sehinnga lampupun menyala setelah PB1 ditekan 4 kali dan PB2 ditekan tiga kali.
Selanjutnya adalah rangkaian percobaan ke-4 disini adalah pemodelan lampu mati dan menyala secara manual dengan berapa kali ditekannya push button (PB). Disini jika PB1 ditekan 4 kali maka C11 (kontak counter1) akan aktif sehingga normali close dan lampu menyala , namun saat PB3 ditekan 2 kali maka C21 akan open sehinnga lampu menjadi mati lagi. Sedangkan untuk PB2 dan PB4 adalah sebagai pereset hitungan counter 1 dan 2 sehingga jika kondisi terakhir setelah count C2 lampu mati maka saat PB3 ditekan lampu akan menyala lagi karena posisi kontak counter 2 direset kembali ke posisi normalli close, selanjutnya setelah itu jika PB2 ditekan maka lampu akan mati karena PB2 adalah reset C1 sehingga kontak C11 akan kembali ke posisi awal yakni open loop.
Yang terakhir dalah rangkaian percobaan ke 4 dengan Timer1 diset 2 detik, counter1 20 hitungan dan timer 2 detik. Di rangkaian ini adalah vertujuan untuk membuta counter otomatis menghitung tanpa menekan secara manual yakni dengan memanfaatkan kombinasi Timer, relay dan counter. Dirangkaian 4 ini saat PB1 ditekan akan 1 kali akan mengaktifkan konfigurasi self konservatif R1 sehingga kontak R11 dan R12 menutup (close) sehingga L1 menyala T1 setelah 2 detik aktif dan C1 mendapat hitungan 1, kontak T11 aktif dan mengaktifkan T2, 2 detik kemudian T2 aktif sehingga kontak T21 open dan lampu L1 mati, saat itu T1 nonaktif karena sumbernya terputus sehingga T11 pun open lage dan T2 mati sehingga T21 close lagi dan lampu L1 menyala lagi serta C1 mendapat hitungan ke-2. Begitu seterusnya sampai tercapai hitungan ke 20 sehingga lampu L2 menyala karena C1 aktif.

VIII.            KESIMPULAN
Dari praktikum serta analisa percobaan 3 mengenai kombinasi timer dan counter telah dilaksanakan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
·       Counter adalah perangakt elektonika penghitung yang dapat kita set berapa hitungan yang kita jehendaki agar suatu counter aktif.
·   Counter akan kembali mati ketika resetnya diberi arus sehingga hitungan yang telah disetting pada counter tersebut mereset ulang atau kembali ke posisi awal.

·    Untuk membentuk rangkaian kombinasi penghitung otomatis seperti pada rangkaian 4 digunakan Timer dan Relay juga. Counter ini sangat berguna dibidang kontrol sebagai identifikasi hitungan untuk mengaktifkan suatu sistem industrial tertentu.

No comments:

Post a Comment