Sunday, March 15, 2015

Rangkaian Sekuensial 1

Nama    : Mochammad Saiful Rohman
Kelas     : 2 D4 Mekatronika B
NRP       : 3110131059
 


Nama Kelompok :
  1. Muhammad Rizky Dharmawan   (3110131058)                     DOSEN  : Eko Budi Utomo
  2. Mochammad Saiful Rohman       (3110131059)                     ASISEN : Akbar
  3. Zaky Isyraqi Fitriansyah              (3110131060)

RANGKAIAN SEKUENSIAL 1

I.                    TUJUAN
·         Memahami konsep dasar Relay (contact and coil)
·         Membangun konfigurasi AND, OR, NOT dan Self Conservative

II.                  TEORI SINGKAT


Relai adalah suatu peranti yang menggunakan elektromagnet untuk mengoperasikan seperangkat kontak sakelar. Susunan paling sederhana terdiri dari kumparan kawat penghantar yang dililit pada inti besi. Bila kumparan ini dienergikan, medan magnet yang terbentuk menarik armatur berporos yang digunakan sebagai pengungkit mekanisme sakelar.

Berdasarkan Cara Kerja
1.Normal terbuka. Kontak sakelar tertutup hanya jika relai dihidupkan.
2.Normal tertutup. Kontak sakelar terbuka hanya jika relai dihidupkan.
3.Tukar-sambung. Kontak sakelar berpindah dari satu kutub ke kutub lain saat relai dihidupkan.
4.Bila arus masuk Pada gulungan,maka seketika gulungan akan berubah menjadi medan magnet. Gaya magnet inilah yang akan menarik luas sehingga saklar akan bekerja.

Berdasarkan Konstruksi
1.Relai menggrendel. Jenis relai yang terus bekerja walaupun sumber tenaga kumparan telah dihilangkan.
2.Relai lidi. Digunakan untuk pensakelaran cepat daya rendah. Terbuat dari dua lidi feromagnetik yang dikapsulkan dalam sebuah tabung gelas. Kumparan dililitkan pada tabung gelas.

III.                PERALATAN
·     Modul Trainer Sekuensial Dasar Praktikum Rekayasa Kendali 1. Program Studi Teknik Mekatronika Politeknik Elektronika Negeri Surabaya


IV.                RANGKAIAN PERCOBAAN
·         Percobaan 1

·         Percobaan 2

·         Percobaan 3

·         Percobaan 4

·         Percobaan 5

·         Percobaan 6


V.                  PROSEDUR PERCOBAAN
1.       Siapkan peralatan yang dibutuhkan sesuai daftar peralatan (modul sekuensial 1) yang dibutuhkan.
2.       Rangkailah seperti gambar diatas, yakni gambar 1-6.
3.       Ambil data percobaan saat PB (push button) ditekan dengan kombinasional 2n.
*catatan : n = banyak PB.

VI.                DATA HASIL PERCOBAAN
·         Percobaan 1 (link : https://www.youtube.com/watch?v=27Ef6AlrP80)
PB 1
PB 2
L1
0
0
0
0
1
0
1
0
0
1
1
0


·         Percobaan 2 (link : https://www.youtube.com/watch?v=ddThWvZe5r4)
PB 1
PB 2
L1
0
0
0
0
1
1
1
0
1
1
1
1


·         Percobaan 3 (link : https://www.youtube.com/watch?v=xswje1q4DKg)
PB 1
PB 2
0
0
1
1


·         Percobaan 4 (link : https://www.youtube.com/watch?v=-T3F9bHxx34)
PB 1
PB 2
PB 3
L1
0
0
0
0
0
0
1
0
0
1
0
0
0
1
1
0
1
0
0
0
1
0
1
0
1
1
0
0
1
1
1
1


·         Percobaan 5 (link : https://www.youtube.com/watch?v=glpNC4Nq9AY)
PB 1
PB 2
L1
0
0
0
0
1
0
1
0
1
1
1
0
                      

·        Percobaan 6 (link : https://www.youtube.com/watch?v=14_sRbZoRBI)
PB 1
PB 2
PB 3
PB 4
L1
0
0
0
0
1
0
0
0
1
1
0
0
1
0
0
0
0
1
1
0
0
1
0
0
0
0
1
0
1
0
0
1
1
0
0
0
1
1
1
0
1
0
0
0
1
1
0
0
1
1
1
0
1
0
1
1
0
1
1
0
1
1
0
0
1
1
1
0
1
1
1
1
1
0
0
1
1
1
1
1


VII.              ANALISA
     Dalam percobaan pertama ini dimata kuliah praktek rekayasa kendali 1 kita mempelajari mengenai dassar-dasar penggunaan serta sistem dasar Relay. Relay merupakan salah satu komponen elektronika yank cara kerjanya mirip dengan saklar otomatis, yakni sesuai dengan saklar ON atau OFF namun dalam perpindahan penyaklarannya dikendalikan oleh prinsip elektromagnetik dari kumparan sesuai dengan prinsip kumparan yang jika dialiri arus listrik akan menyebabkan timbulnya GGL induksi magnetik sehingga inti besi kumparan akan bersifat magnetik. Kemudian sifat magnet ini akan dapat menarik logam feromagnetik yang sudah didesain sebagai saklar yang dapat berpindah dari posisi ON atau OFF.
        Ada banyak jenis dari sebuah Relay, mulai dari untuk yang tegangan kecil 3,3 volt sampai yang tegangan besar >= 24 volt yang biasanya digunakan dilever industktrial besar sebagai kontrol kendali permesinannya. Dalam praktikum ini kita mempelajari mengenai dasar Relay (contact and coil) serta membangun konfigurasi logika menggunakan Relay besar yang biasa digunakan diindustrial yakni Relay 24 volt.
        Pertama hal yang harus kita lakukan adalah mengetahui pin-pin apa saja yang ada pada sistem Relay ini serta prinsip kerjanya. Pada Relay ada sebutan "coil" dan "contact" serta istilah NC (normally close) dan NO (normally open). Ada beberapa macam relay yang dimana kondisi normalnya adalah saklarnya close atau menutup sehingga sistem yang ada akan otomatis menjadi loop tertutup yang kesemuanya short, namun ada relay yang kondisi normalnya open atau terbuka, keadaan seperti ini bisa disebut dengan saklar terbuka sehingga sistem atau rangkaian yang ada bukan sebagai loop tertutup pada kondisi default-nya. Kerja relay adalah memidahkan posisi close ke open atau sebaliknyadengan memanfaatkan indiksi pada coil-nya sehingga saat coil dialiri arus listrik maka contack (posisi saklar) akan berubah secara otomatis sehingga dapat mengalirkan atau memutus suatu jalur atau loop sebuah sistem atau rangkaian elektronik. Dalam industri besar sifaat ini sangatlah berguna karena rata-rata permesinan dalam industri membutuhkan daya yang sangat besar bahkan ribuan volt namun dapat dikontrol hanya dengan sistem yang membutuhkan daya kecil sehingga faktor keamanannya sangat tinggi, juga saat terjadi troubleshorting akan lebih mudah terdeteksi dan tidak merusak bagian kontrolnya.
        Jika diperhatikan mulai percobaan 1-6, hasil dari percobaan 1 hasilnya sama dengan tabel logika dari gerbang AND. Sedangkan tabel precobaan 2 adalah sama dengan tabel dari gerbang logika OR. Untuk hasil percobaan 3 seperti gerbang aktif sendiri atau inisial yakni ketika logika 1 maka hasil output atau keluarannya juga 1, begitujuga sebaliknya dan untuk percobaan selanjutnya (4-6) merupakan konfigurasi rangkaian yang menghasilkan kominasi gerbang logika. Dengan demikian jika kita ingin membuat suatu konfigurasi rangkaian kontrol tertentu maka dapat dilakukan dengan mengggunakan rangkaian relay, suatu kombinasi relay juga dapat menghasilkan rangkaian gerbang logika dasar maupun kombinsi.

VIII.            KESIMPULAN
       Dari praktikum serta analisa percobaan 1 rangkain sekuensial 1 yang telah dilaksanakan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
·Relay merupakan switch (saklar) yang diaktifkan oleh konsep elektromagnetik dari kumparan lilitan kawat penghantar pada inti besi.
·Dalam relay terdapat contact dan coil, dimana coil bertegangn rendah dapat mengontrol contact yang biasanya terhubung dengan tegangan tinggi sehingga faktor keamanannya tinggi.
·Dengan menggunakan relay kita bisa membangun konfigurasi logika AND, OR, NOT dan Self Conservative serta kombinasi konfigurasi kontrol lainnya.

No comments:

Post a Comment