Nama : Mochammad Saiful Rohman
Kelas : 2 D4 Mekatronika B
NRP : 3110131059
Nama
Kelompok :
- Muhammad Rizky Dharmawan (3110131058) DOSEN :
Eko Budi Utomo
- Mochammad Saiful Rohman (3110131059) ASISEN :
Akbar
- Zaky Isyraqi Fitriansyah (3110131060)
PERCOBAAN II
TIMER DAN COUNTER
I.
TUJUAN
·
Memahami cara kerja
sebuah TDR (Time Delay Relay) dan sebuah counter.
II.
TEORI SINGKAT
TDR (Time Delay
Relay) sering disebut juga relay timer atau relay penunda batas waktu banyak
digunakan dalam instalasi motor terutama instalasi yang membutuhkan pengaturan
waktu secara otomatis. Peralatan kontrol ini dapat dikombinasikan dengan
peralatan kontrol lain, contohnya dengan MC (Magnetic
Contactor), Thermal Over
Load Relay, dan lain-lain. Fungsi dari peralatan kontrol ini adalah
sebagai pengatur waktu bagi peralatan yang dikendalikannya. Timer ini
dimaksudkan untuk mengatur waktu hidup atau mati dari kontaktor atau untuk
merubah sistem bintang ke
segitiga dalam delay
waktu tertentu.
Timer dapat dibedakan dari cara
kerjanya yaitu timer yang bekerja menggunakan induksi motor dan menggunakan
rangkaian elektronik. Timer
yang bekerja dengan prinsip induksi motor akan bekerja bila motor mendapat
tegangan AC sehingga memutar gigi mekanis dan menarik serta menutup kontak
secara mekanis dalam jangka waktu tertentu.
Sedangkan relay yang menggunakan prinsip
elektronik, terdiri dari rangkaian R dan C yang dihubungkan seri atau paralel.
Bila tegangan sinyal telah mengisi penuh kapasitor, maka relay akan terhubung.
Lamanya waktu tunda diatur berdasarkan besarnya pengisian kapasitor.
Bagian input timer biasanya dinyatakan sebagai kumparan (Coil) dan bagian outputnya sebagai kontak NO atau NC. Kumparan pada timer akan bekerja selama mendapat sumber arus. Apabila telah mencapai batas waktu yang diinginkan maka secara otomatis timer akan mengunci dan membuat kontak NO menjadi NC dan NC menjadi NO.
Bagian input timer biasanya dinyatakan sebagai kumparan (Coil) dan bagian outputnya sebagai kontak NO atau NC. Kumparan pada timer akan bekerja selama mendapat sumber arus. Apabila telah mencapai batas waktu yang diinginkan maka secara otomatis timer akan mengunci dan membuat kontak NO menjadi NC dan NC menjadi NO.
III.
PERALATAN
·
Modul
Trainer Sekuensial Dasar Praktikum Rekayasa Kendali 1. Program studi TeknikMekatronika Politeknik Elektronika Negeri Surabaya.

IV.
RANGKAIAN
PERCOBAAN
·
Percobaan
1
·
Percobaan
2
·
Percobaan
3
·
Percobaan
4
Buatlah flip-flop dengan TON = 500 ms dan
TOFF = 1 s berulang (looping).
·
Percobaan
5
Dwngan melihat simbol pada modul. Ramgkai sebuah
konfigurasi counter untuk empat hitungan.
V.
PROSEDUR
PERCOBAAN
1. Siapkan peralatan yang dibutuhkan sesuai
daftar peralatan (modul sekuensial dasar) yang dibutuhkan.
2. Rangkailah seperti gambar rangkaian diatas
dan selesaikan persoalan percobaan 4 dan 5.
3. Amatilah hasil percobaan dan buatlah
analisa, hasil percobaan dan kesimpulan.
VI.
DATA
HASIL PERCOBAAN
·
Percobaan
1 (link : https://www.youtube.com/watch?v=LpMQW6nXsao)
Saat delai TDR diatur sebesar 1 s maka lampu baru menyala setelah satu
detik PB1 ditekan tahan.
Saat delai PB1 ditekan tahan 0,5 s setelahnya T1 (TDR1) aktif kemudian
0,5 s setelahnya T2 (TDR2) aktif kemudian lampu baru menyala.
Saat PB1 ditekan (tanpa ditahan) 1 s setelahnya lampu menyala dan saat
PB3 ditekan (tanpa ditahan) 1 s setelahnya lampu mati.
Berikut adalah hasil rangkaian flip-flop selft konservatif yang
ditugaskan :
Saat PB1 ditekan (tanpa ditahan) 0,5 s selanjutnya lampu menyala
kemudian 1 s selanjutnya lampu mati kemudian 0.5 s selanjutnya lampu menyala
dan seterusnya (berulang atau looping) sampai PB2 ditekan baru lampu
benar-benar mati.
·
Percobaan
5
*belum terlaksana (dilanjutkan ke pertemuan berikutnya).
VII.
ANALISA
Dalam percobaan kedua ini
mengenai TDR (Time Delay Relay) serta couter kita
sebelumnya diharapkan mengerti terlebih dahulu tentang apa itu TDR (Time Delay
Relay) dan counter. Dengan menggunakan modul praktikum sekuensial dasar kita
melakukan praktikum ini. TDR (Time Delay Relay) adlah sebuah relai yang cara
kerjanya memiliki jeda waktu untuk aktif atau berposisi saklar ON atau
tertutup. Dengan memberi tegangan coil tyang terus menerus (tahan) sehinga
dengan selisih waktu tertentu akan mengaktifkan coil relai tersebut. Namun jika
tegangan yang di berikan hanya sesaat relai initidak akan berkerja langsung
kecuali delai timer-nya dirubah pada skala waktu 0 s, sehingga TDR (Time Delay
Relay) bekerja seperti relai biasa. Waktu jeda atau delai sebuah TDR (Time
Delay Relay) dapat kita atur lamanya mulai dari 0 detik sampai dengan angka
skala tertinggi pada TDR (Time Delay Relay) tersebut.
Pada praktikum ini pertama-tama kita merangkai seperti pada rangkaian
1 sampai dengan 3 namun untuk yang keempat kita diberi persoalan mengenai
bagaimana rangkaian untuk kondisi flip-flop terjadi dengan menggunakan TDR
(Time Delay Relay). Pada TDR ada jeda waktu yang dibutuhka agar TDR aktif, agar
memudahkan kita sebut saja jeda ini dengan istilah T (jeda) dengan TON
merupakan jeda waktu untuk ON atau aktif sedangkan TOFF merupakan
jeda waktu untuk OFF atau nonaktif.
Pada rangkaian 1 kita mencoba membuat rangkaian sederhana untuk
mengetahui cara kerja TDR (Time Delay Relay) dengan diatur delainya sebesar 1
s. Saat PB1 ditekan maka selang waktu 1 detik kemudian contak akan aktif dan
posisi coilnya akan short sehingga lampu menyala. Pada percobaan 2 kita
melakukannya dengan 2 TDR (Time Delay Relay), kita atur delai T1 dan T2 adalah
500 ms (0,5 s) dan 500 ms (0,5 s), sehingga saat PB1 ditekan tahan maka 0,5 s
selanjutnya T1 aktif dan coilnya short, kemudian menghubungkan ke T2, 0,5 s
setelahnya T2 aktif maka lampu pun menyala, jadi jeda waktu lampu menyala
dengan penekanan PB1 adalah T1 + T2 = 0,5 + 0,5 = 1 s. Jadi setelah PB1 ditekan
tahan maka 1 detik kemudian lampu baru menyala.
Untuk rangkaian yang ke-3 ini. Kita mengkombinasikan model rangkaian
self konservatif agar kita tidak perlu menekan PB1 terus menerus (tahan), cukup
ditekan sesaat saja relai sudah aktif. Dalam rangkaian ini ada 2 buah rangakian
self konservatif untuk menyalakan lampu dengan konfigurasi saat PB1 ditekan
lampu menyala namun saat PB3 ditekan lampu mati dengan jeda waktu tertentu.
Untuk persoalan percobaan ke-4 kita diberi persoalan agar dapat membuat
rangkaian lampu flip-flop dengan waktu jeda menyala dan mati 0,5 s dan 1 s.
Dengan pengetahuan pada percobaan sebelumnya serta kerjasama dan diskusi
anggaota kelompok akhirnya rangkaian konfigurasinya didapar sebagai berikut :
Dengan konfigurasi rangkaian seperti gambar diatas maka lampu akan
menyala dan mati secara periodik atau berkala sesuai delai atau jeda waktu yang
kita atur sendiri.
VIII.
KESIMPULAN
Dari praktikum serta analisa percobaan 2 mengenai timer dan counter telah
dilaksanakan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
· TDR (Time Delay
Relay) adalah relai yang mempunyai jeda atau delai waktu untuk mengaktifkan
kontaknya setelah diberi tegangan.
· Dengan menggunakan
Relai dan TDR (Time Delay Relay) kita dapat membuat rangkaian flip-flop yang
hanya membutuhkan satu trigger melalui push button saja (konsep self
konservatif).
· Dengan hanya
memutar lama time delai pada TDR (Time Delai Relai), kita dapat mengatur lama
jeda atau delai TDR untuk aktif atau ON, sebagai refrensi aplikasinya untuk
menyalakan suatu sistem dengan metode pewaktuan.
