Sunday, July 26, 2015

plan PLC

Nama    : Mochammad Saiful Rohman
Kelas     : 2 D4 Mekatronika B
NRP       : 3110131059
 


Nama Kelompok :
  1. Muhammad Rizky Dharmawan  (3110131058)                     DOSEN  : Eko Budi Utomo
  2. Mochammad Saiful Rohman       (3110131059)                     ASISEN : Akbar
  3. Zaky Isyraqi Fitriansyah                 (3110131060)

PERCOBAAN VII
PLC (PROGRAMABLE LOGIC CONTROLLERS)
PENGONTROLAN PLAN SEBENARNYA DENGAN PLC

I.                    TUJUAN
·         Dapat mengaplikasikan program yang ada di PLC dengan masalah sebenarnya yang ada pada plan atau perencanaan sistem yang sebenarnya secara real-time dan tepat guna sesuai sistem plan yang ada.
II.                  TEORI SINGKAT
Programmable Logic Controllers (PLC) adalah komputer elektronik yang mudah digunakan (user friendly) yang memiliki fungsi kendali untuk berbagai tipe dan tingkat kesulitan yang beraneka ragam. Berdasarkan namanya konsep PLC adalah sebagai berikut :
1.       Programmable, menunjukkan kemampuan dalam hal memori untuk menyimpan program yang telah dibuat yang dengan mudah diubah-ubah fungsi atau kegunaannya.
2.       Logic, menunjukkan kemampuan dalam memproses input secara aritmatik dan logic (ALU), yakni melakukan operasi membandingkan, menjumlahkan, mengalikan, membagi, mengurangi, negasi, AND, OR, dan lain sebagainya.
3.       Controller, menunjukkan kemampuan dalam mengontrol dan mengatur proses sehingga menghasilkan output yang diinginkan.
PLC ini dirancang untuk menggantikan suatu rangkaian relay sequensial dalam suatu sistem kontrol. Selain dapat diprogram, alat ini juga dapat dikendalikan, dan dioperasikan oleh orang yang tidak memiliki pengetahuan di bidang pengoperasian komputer secara khusus. PLC ini memiliki bahasa pemrograman yang mudah dipahami dan dapat dioperasikan bila program yang telah dibuat dengan menggunakan software yang sesuai dengan jenis PLC yang digunakan sudah dimasukkan.Alat ini bekerja berdasarkan input-input yang ada dan tergantung dari keadaan pada suatu waktu tertentu yang kemudian akan meng-ON atau meng-OFF kan output-output. 1 menunjukkan bahwa keadaan yang diharapkan terpenuhi sedangkan 0 berarti keadaan yang diharapkan tidak terpenuhi. PLC juga dapat diterapkan untuk pengendalian sistem yang memiliki output banyak.


III.                PERALATAN
·         Modul PLC (Programable Logic Controller) Praktikum Rekayasa Kendali 1. Program studi Teknik Mekatronika Politeknik Elektronika Negeri Surabaya.

·         Sebuah PC atau Laptop yang sudah terinstal aplikasi siemens simatic S7-300
·         Modul plan festo distributing, conveyor dan sorting


IV.                PERMASALAHAN
·         Buatlah suatu program dengan PLC dengan memperhatikan sensor-sensor serta aktuator pada modul simulator plan serta selesaikan permasalahan distributing pada plan yang telah di sediakan.
V.                  PROSEDUR PERCOBAAN
1.       Siapkan peralatan yang dibutuhkan sesuai daftar peralatan (modul PLC, PC dan simulator serta software siemens simatic s7-300) yang dibutuhkan.
2.       Amatilah tabel petunjuk alamat port yang telah disediakan.
3.       Kemudian buatlah program untuk mengontrol plan tersebut sesuai kebutuhan.

VI.                DATA HASIL PERCOBAAN
·         Daftar tabel petunjuk alamat dan port yang ada pada plan simulator sesungguhnya.
Daftar I/O List
Bagian
Komponen
Jenis
PLC
I/O
Alamat
Posisi
Warna Kabel
DISTRIBUTING
Dorong material
Valve
Master
O
Q17.0
Pin 1 (bit 0 output)
Putih
Gerak kiri
Valve
Master
O
Q17.3
Pin 4 (bit 3 output)
Kuning
Gerak kanan
Valve
Master
O
Q17.4
Pin 5 (bit 4 output)
Abu-abu
Hisap
Valve
Master
O
Q17.1
Pin 2 (bit 1 output)
Coklat
Tiup
Valve
Master
O
Q17.2
Pin 3 (bit 2 output)
Hijau
Deteksi material
Proximity
Master
I
I13.6
Pin 19 (bit 6 input)
Putih&abu-abu
Limit kiri
Limit switch
Master
I
I13.1
Pin 14 (bit 1 input)
Merah&biru
Limit kanan
Limit switch
Master
I
I13.5
Pin 18 (bit 5 input)
Kuning&coklat
Posisi maksimal
Limit switch
Master
I
I13.2
Pin 15 (bit 2 input)
Putih&hijau
Posisi minimal
Limit switch
Master
I
I13.4
Pin 17 (bit 4 input)
Putih&kuning
Sensor_hisap
valve
Master
I
I13.3
Coklat&Hijau
CONVEYOR
Belt Conveyor
Motor
Slave1
O
Q1.0
Pin 1 (bit 0 output)
Putih
Sensor Masuk
Proximity
Slave1
I
I0.0
Pin 13 (bit 0 input)
Abu-abu&pink
Sensor Middle 1
Proximity
Slave1
I
I0.1
Pin 14 (bit 1 input)
Merah&biru
Sensor Midlle 2
Proximity
Slave1
I
I0.2
Pin 15 (bit 2 input)
Putih&hijau
Sensor Keluar
Proximity
Slave1
I
I0.3
Pin 16 (bit 3 input)
Coklat&hijau
SORTING
Belt Conveyor
Motor
Slave2
O
Q17.0
Pin 1 (bit 0 output)
Putih
Sorting 1
Valve
Slave2
O
Q17.1
Pin 2 (bit 1 output)
Coklat
Sorting 2
Valve
Slave2
O
Q17.2
Pin 3 (bit 2 output)
Hijau
Penghadang
Valve
Slave2
O
Q17.3
Pin 4 (bit 3 output)
Kuning
Sensor Masuk
Proximity
Slave2
I
I13.0
Pin 13 (bit 0 input)
Abu-abu&pink
Sensor Warna1
Proximity
Slave2
I
I13.1
Pin 14 (bit 1 input)
Merah&biru
Sensor Warna2
Proximity
Slave2
I
I13.2
Pin 15 (bit 2 input)
Putih&hijau
Sensor Keluar
Proximity
Slave2
I
I13.3
Pin 16 (bit 3 input)
Coklat&hijau

·         Daftar port pada Dingital Input dan Digital Output serta Analog Output
Informasi Modul Analog dan Digital








Konfigurasi softprogram untuk plan.





Bagian Distribusi barang/benda.




VII.              ANALISA
Pada praktikum mengenai plan yang sesungguhnya kita harus sangat memperhatikan kemungkinan-kemungkinan yang mungkin terjadi agar semua kondisi yang tidak kta inginkan tidak terjadi, misalkan dalam plan kita ingin agar setelah ada meterial pendorong maju sampai menyentuh push button depan kemudian mundur lagi menunggu material lagi untuk didorong. Namun pada kenyataanya saat material telah terdorong batang pendorong ternyata dideteksi sebagai material sehingga pengorong akan maju-mundur terus menerus secara tak terkendali. Seperti inilah case-case yang bisa terjadi diluar dugaan kita sehingga membutuhkan analisa dan pengamatan yang benar-benar matang untuk membuat program pengontrolnya.
Untuk memulai proses pendistribusian plan perlu tombol start untuk memulai proses distribusi. Dan akan berhenti jika benda yang akan di distribusikan habis. Untuk mengetahui keadaan benda yang akan di distribusiakan telah habis atau belum pada plan bagian distribusi terdapat sensor pendeteksi benda/material. Untuk alamat input dari sensor deteksi benda/material bisa di lihat pada tabel I/O dari plan. Pada tabel alamat sensor tersebut adalah I13.6.
Untuk memudahkan pembuatan algoritma dari programpengontrolnya sebaiknya kita membuat main line-nya sebagai berikut :
1.       Tekan tombol start
2.       Jika mendeteksi material maka pendorong maju hingga posisi maksimal, jika tidak maka pendorong diam
3.       Jika pendorong telah mencapai posisi maksimal maka pendorong bergerak mundur hingga mencapai posisi minimal.
4.       Untuk mematikan seluruh proses tekan tombol stop.
Sebagaimana telah di jelaskan di atas pada bagian distribusi ada sensor deteksi benda/material (I13.6), selain ini terdapat Limit switch pada posisi maksimal (I13.2 ( lihat pada tabe I/O)) dan posisi minimal(I13.1 ( lihat pada tabe I/O)). Ini di gunakan untuk mendeteksi keadaan dari pendorong.
Sebagai tombol start digunakan push button yang di pasang pada alamat I13.0, Sedang untuk tombol stop di gunakan push button juga pada alamat I13.7. untuk mendorong material Q17.0 harus berlogic 1 untuk mundur Q17.0 berlogic 0. Untuk pendeteksi benda karena berbentuk sensor Proximity maka aktif jika berlogic 0 dan nonaktif jika berlogic 1. Berikut secuplik LAD program untuk pendoromg distributingnya.



VIII.            KESIMPULAN
Dari praktikum serta analisa percobaan 7 mengenai plan sesungguhnya yang dikontrol PLC yang telah dilaksanakan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
·         Operasi yang digunakan untuk plan harus sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan sistem yang akan dikontrol tersebut.
·         Kekeompleksan sebuah plan tidak lepasdari urutan proram yang akan di buat untuk plan tersebut sehingga membutuhkan metode looping yang baik untuk pengulangan perintahnya.
·         Untuk memperkirakan pewaktuan suatu proses plan dapat digunakan timer PLC serta kombinasi komparator juga sekuensial dasar

·         Untuk menentukan pembuatan program suatu plan diperlukan dengan analisa serta pengamatan dan perkiraan sesuatu yang mungkin terjadi agar plan yang kita kendalikan berjalan sesuai yang diinginkan seharusnya.