Nama : Mochammad Saiful Rohman
Kelas : 2 D4 Mekatronika B
NRP : 3110131059
Nama
Kelompok :
- Muhammad Rizky Dharmawan (3110131058) DOSEN :
Eko Budi Utomo
- Mochammad Saiful Rohman (3110131059) ASISEN :
Akbar
- Zaky Isyraqi Fitriansyah (3110131060)
PERCOBAAN VII
PLC (PROGRAMABLE
LOGIC CONTROLLERS)
PENGONTROLAN PLAN
SEBENARNYA DENGAN PLC
I.
TUJUAN
·
Dapat
mengaplikasikan program yang ada di PLC dengan masalah sebenarnya yang ada pada
plan atau perencanaan sistem yang sebenarnya secara real-time dan tepat guna
sesuai sistem plan yang ada.
II.
TEORI
SINGKAT
Programmable Logic Controllers (PLC) adalah komputer elektronik yang
mudah digunakan (user friendly) yang memiliki fungsi kendali untuk berbagai
tipe dan tingkat kesulitan yang beraneka ragam. Berdasarkan namanya konsep PLC
adalah sebagai berikut :
1. Programmable,
menunjukkan kemampuan dalam hal memori untuk menyimpan program yang telah
dibuat yang dengan mudah diubah-ubah fungsi atau kegunaannya.
2. Logic,
menunjukkan kemampuan dalam memproses input secara aritmatik dan logic (ALU),
yakni melakukan operasi membandingkan, menjumlahkan, mengalikan, membagi,
mengurangi, negasi, AND, OR, dan lain sebagainya.
3. Controller,
menunjukkan kemampuan dalam mengontrol dan mengatur proses sehingga
menghasilkan output yang diinginkan.
PLC ini dirancang untuk menggantikan suatu rangkaian relay sequensial
dalam suatu sistem kontrol. Selain dapat diprogram, alat ini juga dapat
dikendalikan, dan dioperasikan oleh orang yang tidak memiliki pengetahuan di
bidang pengoperasian komputer secara khusus. PLC ini memiliki bahasa
pemrograman yang mudah dipahami dan dapat dioperasikan bila program yang telah
dibuat dengan menggunakan software yang sesuai dengan jenis PLC yang digunakan
sudah dimasukkan.Alat ini bekerja berdasarkan input-input yang ada dan
tergantung dari keadaan pada suatu waktu tertentu yang kemudian akan meng-ON
atau meng-OFF kan output-output. 1 menunjukkan bahwa keadaan yang diharapkan
terpenuhi sedangkan 0 berarti keadaan yang diharapkan tidak terpenuhi. PLC juga
dapat diterapkan untuk pengendalian sistem yang memiliki output banyak.
III.
PERALATAN
·
Modul PLC (Programable Logic Controller) Praktikum Rekayasa Kendali 1.
Program studi Teknik
Mekatronika Politeknik Elektronika Negeri Surabaya.
·
Sebuah PC atau Laptop yang sudah terinstal aplikasi siemens simatic
S7-300
·
Modul plan festo distributing, conveyor dan sorting
IV.
PERMASALAHAN
·
Buatlah suatu program dengan PLC dengan memperhatikan sensor-sensor
serta aktuator pada modul simulator plan serta selesaikan permasalahan distributing
pada plan yang telah di sediakan.
V.
PROSEDUR PERCOBAAN
1. Siapkan peralatan
yang dibutuhkan sesuai daftar peralatan (modul PLC, PC dan simulator serta
software siemens simatic s7-300) yang dibutuhkan.
2. Amatilah tabel
petunjuk alamat port yang telah disediakan.
3. Kemudian buatlah
program untuk mengontrol plan tersebut sesuai kebutuhan.
VI.
DATA HASIL PERCOBAAN
·
Daftar tabel petunjuk alamat dan port yang ada pada plan simulator
sesungguhnya.
Daftar I/O List
|
Bagian
|
Komponen
|
Jenis
|
PLC
|
I/O
|
Alamat
|
Posisi
|
Warna Kabel
|
|
DISTRIBUTING
|
Dorong material
|
Valve
|
Master
|
O
|
Q17.0
|
Pin 1 (bit 0 output)
|
Putih
|
|
Gerak kiri
|
Valve
|
Master
|
O
|
Q17.3
|
Pin 4 (bit 3 output)
|
Kuning
|
|
|
Gerak kanan
|
Valve
|
Master
|
O
|
Q17.4
|
Pin 5 (bit 4 output)
|
Abu-abu
|
|
|
Hisap
|
Valve
|
Master
|
O
|
Q17.1
|
Pin 2 (bit 1 output)
|
Coklat
|
|
|
Tiup
|
Valve
|
Master
|
O
|
Q17.2
|
Pin 3 (bit 2 output)
|
Hijau
|
|
|
Deteksi material
|
Proximity
|
Master
|
I
|
I13.6
|
Pin 19 (bit 6 input)
|
Putih&abu-abu
|
|
|
Limit kiri
|
Limit switch
|
Master
|
I
|
I13.1
|
Pin 14 (bit 1 input)
|
Merah&biru
|
|
|
Limit kanan
|
Limit switch
|
Master
|
I
|
I13.5
|
Pin 18 (bit 5 input)
|
Kuning&coklat
|
|
|
Posisi maksimal
|
Limit switch
|
Master
|
I
|
I13.2
|
Pin 15 (bit 2 input)
|
Putih&hijau
|
|
|
Posisi minimal
|
Limit switch
|
Master
|
I
|
I13.4
|
Pin 17 (bit 4 input)
|
Putih&kuning
|
|
|
Sensor_hisap
|
valve
|
Master
|
I
|
I13.3
|
Coklat&Hijau
|
||
|
CONVEYOR
|
Belt Conveyor
|
Motor
|
Slave1
|
O
|
Q1.0
|
Pin 1 (bit 0 output)
|
Putih
|
|
Sensor Masuk
|
Proximity
|
Slave1
|
I
|
I0.0
|
Pin 13 (bit 0 input)
|
Abu-abu&pink
|
|
|
Sensor Middle 1
|
Proximity
|
Slave1
|
I
|
I0.1
|
Pin 14 (bit 1 input)
|
Merah&biru
|
|
|
Sensor Midlle 2
|
Proximity
|
Slave1
|
I
|
I0.2
|
Pin 15 (bit 2 input)
|
Putih&hijau
|
|
|
Sensor Keluar
|
Proximity
|
Slave1
|
I
|
I0.3
|
Pin 16 (bit 3 input)
|
Coklat&hijau
|
|
|
SORTING
|
Belt Conveyor
|
Motor
|
Slave2
|
O
|
Q17.0
|
Pin 1 (bit 0 output)
|
Putih
|
|
Sorting 1
|
Valve
|
Slave2
|
O
|
Q17.1
|
Pin 2 (bit 1 output)
|
Coklat
|
|
|
Sorting 2
|
Valve
|
Slave2
|
O
|
Q17.2
|
Pin 3 (bit 2 output)
|
Hijau
|
|
|
Penghadang
|
Valve
|
Slave2
|
O
|
Q17.3
|
Pin 4 (bit 3 output)
|
Kuning
|
|
|
Sensor Masuk
|
Proximity
|
Slave2
|
I
|
I13.0
|
Pin 13 (bit 0 input)
|
Abu-abu&pink
|
|
|
Sensor Warna1
|
Proximity
|
Slave2
|
I
|
I13.1
|
Pin 14 (bit 1 input)
|
Merah&biru
|
|
|
Sensor Warna2
|
Proximity
|
Slave2
|
I
|
I13.2
|
Pin 15 (bit 2 input)
|
Putih&hijau
|
|
|
Sensor Keluar
|
Proximity
|
Slave2
|
I
|
I13.3
|
Pin 16 (bit 3 input)
|
Coklat&hijau
|
·
Daftar port pada Dingital Input dan Digital Output serta Analog Output
Informasi Modul Analog dan Digital
Konfigurasi softprogram untuk plan.
Bagian Distribusi barang/benda.
VII.
ANALISA
Pada praktikum mengenai plan yang sesungguhnya kita harus sangat
memperhatikan kemungkinan-kemungkinan yang mungkin terjadi agar semua kondisi
yang tidak kta inginkan tidak terjadi, misalkan dalam plan kita ingin agar
setelah ada meterial pendorong maju sampai menyentuh push button depan kemudian
mundur lagi menunggu material lagi untuk didorong. Namun pada kenyataanya saat
material telah terdorong batang pendorong ternyata dideteksi sebagai material
sehingga pengorong akan maju-mundur terus menerus secara tak terkendali.
Seperti inilah case-case yang bisa terjadi diluar dugaan kita sehingga
membutuhkan analisa dan pengamatan yang benar-benar matang untuk membuat
program pengontrolnya.
Untuk
memulai proses pendistribusian plan perlu tombol start untuk memulai proses
distribusi. Dan akan berhenti jika benda yang akan di distribusikan habis.
Untuk mengetahui keadaan benda yang akan di distribusiakan telah habis atau
belum pada plan bagian distribusi terdapat sensor pendeteksi benda/material.
Untuk alamat input dari sensor deteksi benda/material bisa di lihat pada tabel
I/O dari plan. Pada tabel alamat sensor tersebut adalah I13.6.
Untuk
memudahkan pembuatan algoritma dari programpengontrolnya sebaiknya kita membuat
main line-nya sebagai berikut :
1.
Tekan tombol start
2.
Jika mendeteksi material maka
pendorong maju hingga posisi maksimal, jika tidak maka pendorong diam
3.
Jika pendorong telah mencapai posisi
maksimal maka pendorong bergerak mundur hingga mencapai posisi minimal.
4.
Untuk mematikan seluruh proses tekan
tombol stop.
Sebagaimana
telah di jelaskan di atas pada bagian distribusi ada sensor deteksi
benda/material (I13.6), selain ini terdapat Limit
switch pada posisi maksimal (I13.2 ( lihat pada tabe I/O)) dan
posisi minimal(I13.1 ( lihat pada tabe I/O)). Ini di
gunakan untuk mendeteksi keadaan dari pendorong.
Sebagai
tombol start digunakan push button yang di pasang pada alamat I13.0, Sedang
untuk tombol stop di gunakan push button juga pada alamat I13.7. untuk
mendorong material Q17.0 harus berlogic 1 untuk mundur Q17.0 berlogic 0. Untuk
pendeteksi benda karena berbentuk sensor Proximity
maka aktif jika berlogic 0 dan nonaktif jika berlogic 1. Berikut secuplik LAD
program untuk pendoromg distributingnya.
VIII.
KESIMPULAN
Dari praktikum serta analisa percobaan 7 mengenai plan sesungguhnya
yang dikontrol PLC yang telah dilaksanakan dapat ditarik kesimpulan sebagai
berikut :
·
Operasi
yang digunakan untuk plan harus sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan sistem yang
akan dikontrol tersebut.
·
Kekeompleksan
sebuah plan tidak lepasdari urutan proram yang akan di buat untuk plan tersebut
sehingga membutuhkan metode looping yang baik untuk pengulangan perintahnya.
·
Untuk
memperkirakan pewaktuan suatu proses plan dapat digunakan timer PLC serta
kombinasi komparator juga sekuensial dasar
·
Untuk
menentukan pembuatan program suatu plan diperlukan dengan analisa serta
pengamatan dan perkiraan sesuatu yang mungkin terjadi agar plan yang kita
kendalikan berjalan sesuai yang diinginkan seharusnya.




