Nama : Mochammad Saiful Rohman
Kelas : 2 D4 Mekatronika B
NRP : 3110131059
Nama
Kelompok :
- Muhammad Rizky Dharmawan (3110131058) DOSEN :
Eko Budi Utomo
- Mochammad Saiful Rohman (3110131059) ASISTEN :
Akbar
- Zaky Isyraqi Fitriansyah (3110131060)
PERCOBAAN IV
PENGENALAN PLC
(PROGRAMABLE LOGIC CONTROLLERS)
I.
TUJUAN
·
Memahami dan
mengerti serta dapat menggunakan PLC untuk mengontrol suatu sistem kerja serta
menyelesaikan permasalahan-permasalahan untuk membuat suatu algoritma kontrol
untuk mengendalikan suatu sistem sesuai yang kita inginkan.
II.
TEORI SINGKAT
Programmable Logic Controllers (PLC) adalah komputer elektronik yang
mudah digunakan (user friendly) yang memiliki fungsi kendali untuk berbagai
tipe dan tingkat kesulitan yang beraneka ragam. Berdasarkan namanya konsep PLC
adalah sebagai berikut :
1. Programmable, menunjukkan
kemampuan dalam hal memori untuk menyimpan program yang telah dibuat yang
dengan mudah diubah-ubah fungsi atau kegunaannya.
2. Logic, menunjukkan
kemampuan dalam memproses input secara aritmatik dan logic (ALU), yakni
melakukan operasi membandingkan, menjumlahkan, mengalikan, membagi, mengurangi,
negasi, AND, OR, dan lain sebagainya.
3. Controller, menunjukkan
kemampuan dalam mengontrol dan mengatur proses sehingga menghasilkan output
yang diinginkan.
PLC ini dirancang untuk menggantikan suatu rangkaian relay sequensial
dalam suatu sistem kontrol. Selain dapat diprogram, alat ini juga dapat
dikendalikan, dan dioperasikan oleh orang yang tidak memiliki pengetahuan di
bidang pengoperasian komputer secara khusus. PLC ini memiliki bahasa
pemrograman yang mudah dipahami dan dapat dioperasikan bila program yang telah
dibuat dengan menggunakan software yang sesuai dengan jenis PLC yang digunakan
sudah dimasukkan.Alat ini bekerja berdasarkan input-input yang ada dan
tergantung dari keadaan pada suatu waktu tertentu yang kemudian akan meng-ON
atau meng-OFF kan output-output. 1 menunjukkan bahwa keadaan yang diharapkan
terpenuhi sedangkan 0 berarti keadaan yang diharapkan tidak terpenuhi. PLC juga
dapat diterapkan untuk pengendalian sistem yang memiliki output banyak.
III.
PERALATAN
·
Modul
PLC (Programable Logic Controller) Praktikum Rekayasa Kendali 1. Program studi Teknik Mekatronika Politeknik Elektronika Negeri Surabaya.
·
Sebuah
PC atau Laptop yang sudah terinstal aplikasi siemens simatic S7-300
IV.
PERMASALAHAN
·
Uraikan
dengan jelas bagaimana langkah-langkah cara menjalankan dan mengoperasikan PLC
sesuai modul yang ada atau disimulasikan pada simulator.
·
Selasaikan
contoh persoalan yang diberikan.
-
Permasalahan
: Buatlah suatu sistem kontrol yang dapat mengontrol nyala lampu dalam sebuah
kuis cerdas cepat dengan ketentuan.
1. Ada 3 lampu peserta lomba
2. Ada 3 tombol peserta dan 1 tombol juri
3. Saat salah satu peserta menekan tombol
yang tercepat maka jika peserta lain menekan lampu mereka tidak akan menyala
kecuali peserta yang menekan tercepat
4. Hanya juri yang dapat mematikan lampu
peserta tercepat
V.
PROSEDUR
PERCOBAAN
1. Siapkan peralatan yang dibutuhkan sesuai
daftar peralatan (modul PLC) yang dibutuhkan.
2. Amatilah hasil percobaan dan permasalahan
serta beri kesimpulan.
VI.
DATA
HASIL PERCOBAAN
·
LANGKAH-LANGKAH
PENGOPERASIAN PLC
5. Setelah muncul window seperti dibawah,
arahkan kursor ke window nama file anda pada kolom ke-2, kemudian klik kanan
“Insert New Object” > “SIMATIC 300 Station”.
6. Kemudian double klik “SIMATIC 300(1)”,
lalu kejendela yang kolom kanan, kemudian double klik “Hardware”.
7. Setelah muncul jendela baru, fokus ke
jendela yang atas kemudian klik kanan > Insert Object > SIMATIC 300 >
RACK > rail.
8. Menuju pada jendela atas, fokus ke tabel.
Kemudian dikolom 1 klik kanan > Insert Object > PS 307 5A (sesuai modul
PLC yang digunakan).
9. Pada tabel 2 klik kanan > Insert Object
> CPU 315-2 PN/DP (sesuai modul PLC yang digunakan) > 6ES7 315-2EH14-0AB0
(sesuai serial modul PLC yang digunakan) > V3.2 (sesuai modul PLC yang
digunakan) > OK.
10. Pada tabel 3 dikongkan saja (modul
tambahan interface jika tidak ada). Pada tabel 4 klik kanan > Insert Object
> SIMATIC 300 > SM-300 > (sesuai modul PLC yang digunakan) AI-300 >
SM 331 A12x12Bit.
14. Kemudian Save dan Compile.
15. Lalu kembali ke window Simatic Manager,
klik SIMATIC 300 > CPU 315-2 PN/DP > S7 Progam > blocks, lalu pada
jendela kanan double klik OB1. Kemudian muncul window baru.
16. Pada window LAD/STL/FBD buatlah rangkaian
kontrol sesuai yang diinginkan baik dalam bentuk Ladder, STL, FBD. Untuk
pengalamatan input dapat ditulis dengan I(Angka Address).(Angka bit 0-7).
Contoh : I8.0. Untuk output dapat ditulis dengan Q(Angka Address).(Angka bit
0-7). Contoh : Q13.2.
17. Kemudian klik download. Kembali ke window
Simatic Manager, klik icon Simulation. Kemudian akan muncul window
baru(S7-PLCSIM1). Pada window Simulation klik Insert Input variabel dan Output
variabel. Lalu pada Window LAD/STL/FBD klik monitor on/off. Lalu pada window simulasi
klik RUN-P kemudian pada window IB pastikab adress sesuai dengan address
program yang telah dimasukkan centang salah satu nilai bit 0-7 sebagai
pemberian logika 1 pada simulator, begitu juga pada window QB.
VII.
ANALISA
Dalam praktikum ke-4 ini kita mempelajari mengenai PLC yakni
programable logic controller. Didalam materi ini kita akan mempelajari suatu
kontrol mekaisme atau sistem yang ada di industri besar. Yang pada umumnya di
industri-industri besar menggunakan PLC sebagai sistem kontrolnya karena sudah
terbukti kehandalannya dari macam-macam unsur dari luar seperti suhu tinggi dan
lain-lain. Dibandngkan dengan minsis, PLC lebih unggul karena dilengkapi dengan
casing yang memungkinkan untuk tahan dalam semua kondisi yang mugkin terjadi di
pabrik.
PLC digunakan untuk mengontrol sistem-sistem bertegangan besar seperti
rangkaian sekuensial dasar yang kita pelajari sebelumnya, bedanya dengan PLC
dapat mengolah hal yang lebih komplex tanpa harus menambah hardwarenya. Untuk menggunakan
PLC kita harus menyesuaikan susunan dari PLC kita apakah sudah cocok dengan
konfigurasi yang seharusnya apa belum agar PLC dapat bekerja maksimal.
Untuk pengaturan pemrograman PLC siemens dapat dilakukan dengan 3
bahasa yakni LAD (ladder) atau tangga, STL (statement list) atau bahasa
pernyataan dan FBD (function blog diagram) atau diagram fungsi suatu
pernyataan. Dalam praktikum ini kita menggunakan bahasa ladder atau tangga sebagai
bahasa yang dasar dan paling mudah dipahami. Dalam bahasa ladder
istilah-istilah notasinya berbentuk bagan counter, relay, time dan seterusnya.
Dalam soal untuk membuat bel suatu perlombaan cerdas cepat seperti
diatas maka diperlukan analisa untuk menentukan kondisi-kondisi seperti yang
diinginkan. Dengan pengetahuan mengenai self conserfative kita dapat mebuat
konfigurasi rangkaian seperti gambar diatas. Demikian untuk permasalahan yang
lain-lain atao kontrol sistem yang lain.
VIII.
KESIMPULAN
Dari praktikum serta analisa percobaan 4 mengenai pengenalan PLC telah
dilaksanakan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
·
PLC (programable
logic controller) digunakan untuk mengontrol sistem pada industri yang tahan
terhadap kondisi dipabrik dengan desain yang didesain sedemikian rupa.
·
Bahasa program pada
PLC siemens ini ada 3 bahasa LAD, STL dan FBD yang mempunyai spesifukasi
pengerjaan masing-masing.
·
PLC dapat
menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang tidak mudah diselesaikan oleh
kontrol sekuensial biasa tanpa menambah hardwarenya.
